Minggu, 15 Maret 2009

Indonesia Kekurangan 744.790 Guru Non Formal

Jurnalnet.com (Sawangan): Indonesia masih kekurangan guru non formal sebanyak 744.790 orang. Depdiknas menargetkan pada tahun 2015 semua kekurangan guru tersebut sudah dapat dipenuhi.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK-PNF), Erman Syamsudin, bicara kepada para wartawan, usai membuka Jambore 1.000 PTK-PNF 2007 Tingkat Nasional I di Sawangan Depok, Kamis, (9/8) malam.

Menurut Erman saat ini jumlah PTK-PNF ada sebanyak 223.622 orang. Khususnya sekitar 100 tutor, pada tahun 2008 akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp.10-15juta per orang.

Di sisi lain rancangan peraturan pemerintah yang mengatur tentang PTK-PNF akan dikeluarkan, sebelumnya ada dibahas dalam forum ilmiah PTK-PNF pada 11-12 Agustus 2007 di Jakarta. Hal ini penting guna peningkatan mutu PTK-PNF.

"Draf kasarnya kami sudah ada, namun kami perlu menampung masukan dari forum ilmiah. Pembahasan itu juga meliputi persoalan kualifikasi, kompetensi, sertifikasi serta kesejahteraan bagi PTK-PNF," katanya.

Pihaknya menargetkan naskah akademik dan RPP PTK-PNF bisa diusulkan kepada menteri sesegera mungkin. Yang penting persoalan ini dapat tersosialisasi kepada pihak-pihak yang terkait, karena ada potensi dalam lingkup PTK-PNF telah ada asosiasi.

Saat ini jumlah PTK-PNF ada dari tutor, pamong pelajar, penilik, pendidikan PAUD sebanyak 223.622 orang. Pada tahun 2008 sekitar 100 Tutor akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp.10-15juta.

Banyaknya jenis PTK-PNF juga menjadi kendala dalam pembahasan ini. Sebab PTK-PNF tugas dan fungsi yang satu sama lain berbeda. "Pembahasan soal profesi guru itu lebih mudah ketimbang PTK PNF alias guru non formal. Sehingga payung hukumnya juga berbeda-beda dan mesti sfesifik," kata Erman.

Namun pihaknya optimis forum ilmiah ini dapat menyelesaikan pembahasan persoalan itu, karena mereka sudah menjalin kerja sama dengan Direktorat PTK-PNF sudah setahun, sehingga karakteristik setiap persoalan pembahasan dapat saling komunikatif.

Disisi lain dalam kekurangan jumlah PTK-PNF di ebebrapa daerah juga menjadi sorotan pihaknya. Erman mengatakan solusinya dengan memberdayakan guru-guru formal untuk menjadi guru non formal. "Bekal mereka sudah ada, tingkal mengalihkan metodelogi pengajaran dari pendagogik menjadi andragogik," katanya.

Di samping ditarik dari guru formal, PTK PNF juga bisa berasal dari tokoh masyarakat dan elemen masyarakat seperti pemuda di daerah. "Saat ini kami sedang membuat model insentif bagi mereka terutama tutor, pendidikan PAUD serta instruktur kursus," katanya. ***(rht)

Sumber :
(http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=1035)

Tidak ada komentar: